jual janji

Kenapa barang ini jelek waktu di pakai padahal ini barang kata penjualnya di jamin,gak tahu juga emang semua barang ada penjaminnya.suasana yang tak mengenakan untuk pembeli yang awam seperti aku.

Saat itu lagi ingin beli barang untuk kegembiraan keluarga yang sangat ku sayang.aku melihat semua barang yang dijual di dalam rak kaca yang bercahaya lampu etalase,bejajar barang serapi barisan.datang pelayan yang di bayar oleh juragan:”cari apa pak?” cari barang yang bagus lah pelayan.

Suasana yang menyenangkan kalau di carikan pelayan yang di bayar juragan itu,mengambilnya dari etalase dan bilang:”ini barang bagus untuk hadiah keluarga di rumah”.siapa yang yang gak percaya ucapannya di dengan janji,aku kan gak tahu semua jenis barang.

Dengan janji terbelilah barang yang di pilih dengan harganya yang wajar dan tidak miring seperti barang imitasi,aku bawa pulang dengan kantong kresek yang amat mencolok mati itu ku tenteng kemeja kasir di depan etalase yang berjajar,hitung penghitung digital terselesaikan dan keluar dompet.

Dalam perjalan aku berdo’a agar barang ini dapat membahgiakan yang di rumah,karena lagi banyak lobang yang harus di bahagiakan agar tak membuat semakin merenung,rihu rumah itu ketika kantong ku buka

Semangat itu terkembang ketika membuka tas kresek yang terombang-ambing dalam perjalan dengan kendaraan,”lihat barang apa itu!” semua unsur keluarga yang lagi bersantai di bayang bambu,tempat mehilangkan rasa penat

Kenapa ketika barang di gunakan agak lama tiba-tiba ada kekacuan pada barang itu.keluhan itu membuat keluarga terpuruk dan menyudutkan siapa yang membeli,aku beli barang di jamin dan tak berhaga miring.kenapa harus menjual bukan dengan nurani,hanya janji yang terucap dari bibir para pelayan yang ringan dan cepat di lupakan.

Pesta Pora Tikus Got

Suara sama yang tidak mengenakkan!larinya bangsa tikus dari lorong penahan air kampung.giatnya tangan membawa sambit menancap pada anak tikus yang mengintip dari lobong sela pengungkit lingis. warga bahu membahu membersihan agar kaki tidak kena kutu air saat banjir yang menluap dengan air tidak cerah di pada mata.

Teriakan itu menbahana ketika cangkul menbelah sarang tikus yang berada dalam lorong got rumah tuan makelar motor.lalu lintas motor tak membuat tikus menjauhi lorong, kenapa ladakan got itu di timpa saja tak di rawat pengungsi tikus  suka cita.

Kesal itu menghujam perut tikus yang mengitai para warga yang sedang berkeja bakti,tajam ujung sambit menancap pada congor yang selama itu menbuat kesal menguyah kaos ombol dan nasi dalam bak.

Riuh ketika sore menjelang magrib itu teramat sedih,deritan kaki terkoyak gigi rucing yang kadang diam melihat makanan penuh dengan kemurkaan.

Barang rumah pun tak tertata ,dengan piring menderita terbalik dan terijak karena kotor dan mengadung kuman,sayur di rak pun usang karena cium buas anak tikus yang benajak menaki sela-sela rak.

Sering tikus menukarnya dengan barang usang dalam bak sampah.melewat saluran air dari dapur dengan lari yang trebirit-biri karena ketahuan nenek yang sedang mengambil air wudhu,namun kadang berhenti dan melihat dengan amarah ancaman.

Saat yang tak kusangka hari yang kubanggakan datang jum’at itu pasaran jawa pahing yang membuat kerukunan warga itu tampak,kerja bakti yang di lakukan adalah saluran got yang menyumbat air got biang banjir,di mana tikus itu tinggal dan beranak binak dengan baik.hati piluh rumah ku di jadikan lapangan tempat para tikus dan koloninya berpesta pora.

Lampu Ting Menghidupi

Lampu ting itu apa?kenangan pencari udang tradisional yang tak kenal lelah dengan perangkap yang berupa anyaman bambu yang di buat dengan teliti namun karena kerasnya pekerjaan bentuk nya tak sebulat kaleng susu

Harapan di pagi hari dengan botol kaca bekas kue kering .dengan untaian bekas sumbu kompor yang sebesar suduk untuk membaca Al-Quran dengan terampil tangan ini mengikatkan kawat di ujung sumbu.

Tumbuh retah pencari udang itu mulai rapuh karena angin malam dan masa tua,suasana rumah yang ramai di sore itu berubah sepi ketika memasuki ujung sungai di mana sangat kakek menanam perangkap udang.banyak bekal yang di bawa teras berat .

kakek itu behenti mengamati aliran sungai yang ia rasa banyak udang,mata lamur terasa terang dengan sebecak nyala api dari lampu ting buat sendiri.

Ketika mata melihat kumpulan udang pemberi kehidupan,perasaan itu mulai gembira karena berharap banyaknya udang yang berkumpul di ujung aliran sungai.dengan terampil perangkap bambu yang sudah lama di gunakan di tipahi batu agar tidak mengambang terbawa arus yang kuat

Simpul yang biasa pak tua gunakan terikat kuat di tancap kayu yang menghadang udang ,dan tak lupa lampu ting yang di tuangi minyak itu dinyalakan sebesar biji jambu air terkoyak angin malam yang berhembus.

Mengelar tikar pada sombek dan bersembunyi di kerumuhan dari alang-alang  terasa hangatdan mata itu teliti melihat perangkap,mengamati dengan sesama udang itu tertarik seolah-olah gembira dengan sinar kecil yang sangat bermakna bagi udang ,seperti anak kecil melihat mainan,udang tak tahu bahwa itu perangkap .

Gemercik udang di dalam pemberontakan memenuhi jebakan yang pak tua pasang,terdengar panggilan dari tuhan menjelang pagi,tubuh itu keluar dari pesembunyian memasuki dingin air sungguh pun tak di hiraukan berharap udang yang ada di dalam perangkat tidak lari,namun sayang ketika di angkat,  tak sebanyak udang yang sore itu pak tua harus.

Tertata rapi perangkap udang yang berbau amis dan lampu ting yang menghitam karena semalam mengecoh udang yang sekarang masuk tempat ikan,pak tua itu pula untuk menghadap pada tuhan di waktu  subuh yang telah memberinya kehidupan.

Saat ayam berkokok,pedangan ikan mulai menata daganganya,pak tua menuju pasar untuk menjual udang yang berapa dalam kantong udang yang di buatnya dari bambu.mengharap harga udang cukup menghidup kelurga yang menunggunya di rumah,uang penjualan udang itu hanya cukup untuk makan sehari keluarga yang berapa diri,membawa kebutuhan makanan pagi itu

Pak tua itu bersyukur karena tuhan masih memberinya makan walau sehari,walau dengan perangkap dari bambu dan botol bekas yang menyalahkan api dari angin malam.tangkapan udang yang di berikan tuhan walau sedikit karena ulah manusia,tetap bersyukur karena keluarga tetap utuh dalam kebutuhan makanan

Komentator Ulung

Arsip

Twitter Ting Usang

  • POLISI JUGA PAHLAWAN,KENAPA KORUPTOR GAK BANGSA LAWAN SEPERTI SEMNGAT 45' 2 years ago
  • luwak jawa di buat film kayak pelayan kopi animasi gimana? 2 years ago
  • kopi deplok mantapnya ......pelampiasan tangan kepada kopi,mau coba ! 2 years ago
  • wah.....media jadi saksi ahli :kata POLRI ,kasus KPK 2 years ago
  • wahai pajahat kelamin.tuh kelamin di kasih formalin ,bayar jadi penjahat dunia yang awet,akhiratnya gak njamin 2 years ago
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.